Sukabumi, 5 September 2026 – Lengkapi rangkaian agenda Rakernas PEPSILI 2026, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan dan Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) ikuti kegiatan fieldtrip dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat di kawasan Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Mengusung semangat “Selamatkan Bumi dengan Aksi Nyata yang Berdampak”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lapangan melalui Environmental Rapid Assessment dan kegiatan trekking.
praktik lapangan
Yogyakarta, 15 Agustus 2026 – Minat Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), menyelenggarakan kegiatan defisiensi kuliah lapangan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini mengajak mahasiswa menyusuri empat titik pengamatan yang membentang dari lereng Gunung Merapi hingga pesisir selatan Yogyakarta, yaitu kawasan Watu Gede (Argomulyo, Cangkringan, Sleman), kawasan Gunung Sempu (Bantul), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon, hingga Pantai kawasan Pantai Depok, Parangtritis, Bantul.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Sosial/Culture Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Noorhadi Rahardjo, M.S. Kegiatan ini mengangkat tema kualitas lingkungan permukiman dan kondisi sosial ekonomi dua variabel yang dalam konteks perkotaan pesisir seperti Rembang dan Lasem kerap berjalin erat namun jarang ditelaah secara bersamaan. Ketimpangan pembangunan, penyediaan fasilitas yang tidak merata, konversi lahan yang tinggi, dan degradasi lingkungan menjadi latar persoalan yang mendorong tim untuk menggali lebih dalam: apakah kondisi sosial ekonomi seseorang benar-benar menentukan kualitas lingkungan tempat ia tinggal?
Pati, 21–25 Juni 2026 — Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan yang dibimbing oleh Dr. Sudaryatno, M.Si. ini mengangkat tema banjir dengan fokus pada analisis dan pemetaan risiko banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana sebuah kawasan yang telah lama menjadi langganan banjir namun belum tertangani secara optimal. Kabupaten Pati merupakan wilayah dataran rendah di Pantai Utara Jawa yang secara topografis rentan terhadap genangan. DAS Juwana secara rutin mengalami banjir akibat kombinasi beberapa faktor: tingginya curah hujan musiman, kapasitas sungai yang terbatas, perubahan penggunaan lahan, hingga persoalan manajerial dalam pengelolaan infrastruktur air. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat mulai dari kerugian sektor pertanian dan perikanan, terganggunya fasilitas umum, hingga ancaman terhadap permukiman warga yang kerap terendam berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi burung (avifauna) dalam suatu ekosistem bertindak sebagai indikator biologis yang sensitif terhadap stabilitas dan kualitas lingkungan. Guna memotret derajat kesehatan ekologis kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, tim mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan sensus dan analisis keanekaragaman avifauna di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si.. Adapun tim minat biotik pada topik avifauna dalam kegiatan KKL ini beranggotakan empat mahasiswa pascasarjana, yaitu Jihan Kamila Wardani, Az Zahra Kania, Alief Himmatu Nisa, dan Annisa Hurul Aini.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa memegang peranan kurisal sebagai benteng alami terhadap ancaman abrasi, habitat berbagai biota pesisir, sekaligus penopang kegiatan ekowisata mangrove. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mendalam mengenai “Struktur Vegetasi Mangrove” di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. Adapun tim peneliti biotik ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Briliana Lutfia Shinta, Yohana Nina Ke Lomi, Baso Samsu Rijal, Rabiyathul Adawiyah A., dan Shinta Prastiwi.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Dalam upaya mendukung mitigasi perubahan iklim global melalui optimalisasi potensi blue carbon, sejumlah mahasiswa peminatan biotik dari Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Ekosistem Mangrove Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Di bawah bimbingan dosen pakar Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., penelitian yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 ini memfokuskan kajian pada “Stok Karbon” (Carbon Stock) pada komponen biotik ekosistem pesisir. Tim penelit yang beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Hanifa Fathya Rahmarani, Inayah Arif Ardiyanti, Zulmida, Muhammad Aqil G.E., dan Velsy Cindy Mayaut, membidik kawasan rehabilitasi mangrove Pasar Banggi karena wilayah ini memiliki dinamika lingkungan pesisir yang unik serta potensi besar sebagai penyerap emisi karbon dioksida (CO2) atmosfer global.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 bertema intrusi air laut di Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech. Intrusi air laut merupakan fenomena masuknya air laut ke dalam akuifer air tanah di wilayah pesisir, sebuah ancaman yang kerap tak kasat mata namun berdampak serius pada kualitas air minum, pertanian, dan kesehatan masyarakat. Kecamatan Rembang sebagai kawasan pesisir Pantai Utara Jawa memiliki kerentanan tinggi terhadap fenomena ini, mengingat intensitas penggunaan air tanah yang besar dari rumah tangga, aktivitas industri perikanan, dan pertanian di sekitarnya.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 bertema abrasi pantai di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech. Tim menyasar enam pantai di empat kecamatan yaitu Pantai Sluke, Pantai Caruban, Pantai Pasir Putih Wates, Pantai Pantiharjo, Pantai Pasarbanggi, dan Pantai Kabongan Lor. Pantai tersebut membentang sepanjang 36,48 km garis pantai Utara Jawa. Kabupaten Rembang menyimpan potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata bahari, namun ancaman abrasi yang terus menggerus bibir pantai, akibat minimnya tutupan vegetasi, tekanan gelombang musiman, dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir menjadi persoalan yang kian mendesak untuk dipetakan dan ditangani.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa kini tengah menghadapi tekanan ganda yang dinamis, mulai dari degradasi geomorfologis, ancaman bencana hidrometeorologi, hingga ketimpangan penataan ruang permukiman. Guna menjawab tantangan pelik tersebut secara komprehensif, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerjunkan mahasiswanya dalam agenda akademik tahunan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan secara maraton pada tanggal 22 hingga 25 Juni 2026. Mengambil lokasi fokus di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, rangkaian kegiatan lapangan KKL tahun ini secara khusus mengintegrasikan pendekatan multidisiplin yang memadukan perspektif bidang peminatan biotik, fisik, dan sosial demi mengidentifikasi potensi adaptasi sekaligus merumuskan rekomendasi strategi resiliensi wilayah yang berkelanjutan.