• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • PROGRAM MAGISTER
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
  • PROGRAM DOKTOR
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
    • RISET/PUBLIKASI
  • KONTAK
  • Beranda
  • Berita
  • Analisis Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove untuk Mengetahui Tingkat Kerentanan Pesisir Kabupaten Rembang

Analisis Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove untuk Mengetahui Tingkat Kerentanan Pesisir Kabupaten Rembang

  • Berita, Berita S2
  • 30 Juni 2026, 13.38
  • Oleh: muhammad.ulyn.n
  • 0

REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa memegang peranan kurisal sebagai benteng alami terhadap ancaman abrasi, habitat berbagai biota pesisir, sekaligus penopang kegiatan ekowisata mangrove. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mendalam mengenai “Struktur Vegetasi Mangrove” di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. Adapun tim peneliti biotik ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Briliana Lutfia Shinta, Yohana Nina Ke Lomi, Baso Samsu Rijal, Rabiyathul Adawiyah A., dan Shinta Prastiwi.

Pelaksanaan riset lapangan mengenai analisis struktur vegetasi ini dirancang secara terukur untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Riset ini secara langsung mendukung SDGs Poin 14 mengenai Ekosistem Lautan melalui upaya mengidentifikasi, menilai kondisi ekologi, serta merumuskan rekomendasi strategi pengelolaan kawasan mangrove pesisir guna mencegah kerusakan lingkungan akibat abrasi dan perubahan fungsi lahan. Selain itu, penelitian struktur komunitas ini berkontribusi pada SDGs Poin 15 mengenai Ekosistem Daratan dengan menyediakan basis data ilmiah yang mendukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan, melindungi habitat keanekaragaman hayati satwa, serta memastikan keberlanjutan proses regenerasi alami vegetasi sabuk hijau di wilayah intertidal dari ancaman aktivitas antropogenik masyarakat sekitar.

Dalam riset ini tim menggunakan metode purposive sampling yang dikombinasikan dengan teknik transek kuadrat (line transect plot). Penentuan 9 titik plot pengamatan disebar secara strategis guna membedakan karakteristik habitat yang bervariasi, yaitu area hutan mangrove yang berdekatan dengan permukiman warga, area pedalaman hutan (hutan inti), serta area yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Berdasarkan keseluruhan hasil pengamatan lapangan yang dikumpulkan dari 9 plot kuadrat, tim mencatat distribusi struktur spesies pada berbagai tingkatan pertumbuhan. Pada tingkat pohon didominasi oleh spesies Rhizophora stylosa, tingkat pancang didominasi oleh spesies Rhizophora apiculata, dan tingkat semai didominasi secara masif oleh spesies Avicennia marina. Dari temuan tersebut maka tim menarik kesimpulan sementara bahwa proses regenerasi alami di kawasan Ekosistem Mangrove Pasar Banggi berjalan dengan cukup baik. Keberadaan semai dan pancang yang melimpah menjadi indikator positif bahwa ekosistem ini memiliki kemampuan pemulihan mandiri (self-recovery) yang tinggi terhadap perubahan lingkungan lingkungan sekitar.

Dalam proses riset ini kondisi fisik pesisir yang dinamis menyajikan sejumlah kendala bagi tim peneliti. Pengaruh pasang surut air laut yang kerap menggenangi plot pengamatan disiasati tim dengan beraktivitas lebih awal mengikuti ritme surut air laut. Untuk mengatasi hambatan mobilitas akibat banyaknya percabangan sungai kecil yang memutus akses antar-plot, tim menempuh jalan memutar alternatif yang cukup jauh demi keamanan. Selain itu, gangguan serangga (nyamuk ekstrim) dimitigasi dengan penggunaan losion pelindung, sementara ancaman antropogenik berupa temuan sampah plastik di dalam kawasan hutan menjadi catatan khusus tim untuk mendorong peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat melalui edukasi berkala.

Tahapan selanjutnya dari penelitian KKL ini adalah menyelsaikan pengolahan data untuk memperoleh nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dan total Indeks Nilai Penting (INP) per zonasi. Luaran akhir dari riset harapannya dapat digunakan untuk pengelolaan wilayah pesisir berbasis data sains bagi pengelola ekowisata dan instansi lingkungan terkait, guna mendukung program konservasi dan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan di Kabupaten Rembang.

Penulis: Shinta P

Tags: ilmu lingkungan praktik lapangan SDG 14 SDG 15 SDGs

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (+62) 858-6655-3174
Email: ilmulingkungan.pasca@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY