Yogyakarta, 15 Agustus 2026 – Minat Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), menyelenggarakan kegiatan defisiensi kuliah lapangan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini mengajak mahasiswa menyusuri empat titik pengamatan yang membentang dari lereng Gunung Merapi hingga pesisir selatan Yogyakarta, yaitu kawasan Watu Gede (Argomulyo, Cangkringan, Sleman), kawasan Gunung Sempu (Bantul), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon, hingga Pantai kawasan Pantai Depok, Parangtritis, Bantul.
SDG 15
Yogyakarta, 31 Juli 2026 – Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melanjutkan upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang pengelolaan lingkungan melalui Pelatihan Dasar-Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Batch 3. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Lingkungan UGM dan diikuti oleh 33 mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan UGM. Pelatihan yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026 ini dibuka oleh Dr. Endang Astuti, M.Si. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan memadukan pembelajaran secara synchronous dan asynchronous melalui Learning Management System (LMS).
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui tim ahlinya terus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam penyusunan dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi teknis dengan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait di Kabupaten Kutai Barat pada 27–30 Juli 2026.

Kolaborasi tersebut diawali dengan koordinasi teknis antara Tim Ahli UGM dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat pada 27 Juli 2026. Pertemuan ini dilakukan untuk menyepakati ruang lingkup kegiatan, sumber data, serta target penurunan emisi yang akan menjadi bagian dari dokumen IGRK Kabupaten Kutai Barat. Proses tersebut sekaligus menjadi langkah penting untuk menyelaraskan metodologi, persepsi, dan validasi data antara pihak akademisi dan pemerintah daerah.
Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa melalui partisipasi dalam forum internasional. Kegiatan ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Obninsk Tech Summer University yang diselenggarakan di Obninsk, Wilayah Kaluga, Rusia pada tanggal 21–27 Juni 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari Student Mobility Program yang bertujuan memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan akademik, serta memperkuat jejaring internasional sivitas akademika UGM.
(17/7/2026) Sekolah Pascasarjana UGM mendukung inisiatif dan partisipasi aktif para mahasiswa dalam forum internasional yang kredibel. Salah satunya adalah keikutsertaan mahasiswa Doktor Ilmu Lingkungan, Melania Hanny Aryantie, dalam International Conference on Coastal and Tropical Water Sustainability (ICOTWAS 2026) yang diselenggarakan secara hibrida pada tanggal 17 Juli 2026. Seminar ini mengangkat isu utama air dari berbagai aspek penelitian.

ICOTWAS 2026 menghadirkan keynote speakers dari beberapa negara (Australia, Jepang, Malaysia, dan India). Seminar ini menampilkan 28 paper hasil penelitian dari berbagai lembaga dan universitas. Selain negara asal keynote speakers, para peserta juga berasal dari Indonesia, Iran, Republik Czech, Pakistan, Bangladesh, dan Ethiopia.
Guangxi, Tiongkok – Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Probo Santoso, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kegiatan Joint Lecture di sela rangkaian Eucalyptus Growing and Caring Techniques Training Program yang berlangsung pada 11–25 Mei 2026. Forum joint lecture ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara akademisi, peneliti, serta peserta pelatihan dari Indonesia dan Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut, Probo mempresentasikan penelitian berjudul “Harvesting Practices of Eucalyptus Plantations: Insights from Indonesian Case Studies.” Presentasi tersebut mengangkat praktik pemanenan hutan tanaman Ekaliptus di Indonesia berdasarkan sejumlah studi kasus, dengan membahas pendekatan pengelolaan pemanenan, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta berbagai pembelajaran yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan pengelolaan hutan tanaman yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Guangxi, Tiongkok – Dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional, dua mahasiswa doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Puji Lestari dari Program Studi Doktor Ilmu Kehutanan dan Probo Santoso dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, mengikuti Eucalyptus Growing and Caring Techniques Training Program. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Guangxi Eco-Engineering Vocational & Technical College (GEVTC) bekerja sama dengan China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) di Guangxi, Tiongkok, pada 11–25 Mei 2026. Program pelatihan internasional tersebut juga diikuti oleh sejumlah peneliti dan akademisi dari Indonesia.
Yogyakarta, 15 Juli 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Presentasi Pendahuluan kegiatan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan inventarisasi emisi dan serapan gas rumah kaca berbasis data ilmiah sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan rendah karbon dan mitigasi perubahan iklim di tingkat daerah.
Yogyakarta, 11 Juli 2026 – Setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Batch 1 pada akhir Juni 2026, Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memfasilitasi peningkatan kompetensi mahasiswanya melalui Pelatihan Dasar AMDAL Batch 2 (Angkatan 206) yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, diikuti oleh 24 mahasiswa program magister dan doktoral Ilmu Lingkungan UGM secara daring melalui skema pembelajaran synchronous dan asynchronous. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara PSLH UGM dan Sekolah Pascasarjana UGM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penilaian dan pengelolaan dampak lingkungan sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap pelatihan kompetensi yang tersertifikasi.
Yogyakarta, – Sebagai upaya nyata dalam mencetak akademisi dan praktisi yang responsif terhadap tantangan ekologis global, Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Dasar-Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang bekerja sama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM. Kegiatan yang berlangsung intensif secara daring dari tanggal 29 Juni hingga 4 Juli 2026 ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari jenjang magister dan doktoral Ilmu Lingkungan UGM.