REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi burung (avifauna) dalam suatu ekosistem bertindak sebagai indikator biologis yang sensitif terhadap stabilitas dan kualitas lingkungan. Guna memotret derajat kesehatan ekologis kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, tim mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan sensus dan analisis keanekaragaman avifauna di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si.. Adapun tim minat biotik pada topik avifauna dalam kegiatan KKL ini beranggotakan empat mahasiswa pascasarjana, yaitu Jihan Kamila Wardani, Az Zahra Kania, Alief Himmatu Nisa, dan Annisa Hurul Aini.
SDG 14
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa memegang peranan kurisal sebagai benteng alami terhadap ancaman abrasi, habitat berbagai biota pesisir, sekaligus penopang kegiatan ekowisata mangrove. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mendalam mengenai “Struktur Vegetasi Mangrove” di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. Adapun tim peneliti biotik ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Briliana Lutfia Shinta, Yohana Nina Ke Lomi, Baso Samsu Rijal, Rabiyathul Adawiyah A., dan Shinta Prastiwi.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Dalam upaya mendukung mitigasi perubahan iklim global melalui optimalisasi potensi blue carbon, sejumlah mahasiswa peminatan biotik dari Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Ekosistem Mangrove Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Di bawah bimbingan dosen pakar Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., penelitian yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 ini memfokuskan kajian pada “Stok Karbon” (Carbon Stock) pada komponen biotik ekosistem pesisir. Tim penelit yang beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Hanifa Fathya Rahmarani, Inayah Arif Ardiyanti, Zulmida, Muhammad Aqil G.E., dan Velsy Cindy Mayaut, membidik kawasan rehabilitasi mangrove Pasar Banggi karena wilayah ini memiliki dinamika lingkungan pesisir yang unik serta potensi besar sebagai penyerap emisi karbon dioksida (CO2) atmosfer global.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 bertema intrusi air laut di Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech. Intrusi air laut merupakan fenomena masuknya air laut ke dalam akuifer air tanah di wilayah pesisir, sebuah ancaman yang kerap tak kasat mata namun berdampak serius pada kualitas air minum, pertanian, dan kesehatan masyarakat. Kecamatan Rembang sebagai kawasan pesisir Pantai Utara Jawa memiliki kerentanan tinggi terhadap fenomena ini, mengingat intensitas penggunaan air tanah yang besar dari rumah tangga, aktivitas industri perikanan, dan pertanian di sekitarnya.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 bertema abrasi pantai di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech. Tim menyasar enam pantai di empat kecamatan yaitu Pantai Sluke, Pantai Caruban, Pantai Pasir Putih Wates, Pantai Pantiharjo, Pantai Pasarbanggi, dan Pantai Kabongan Lor. Pantai tersebut membentang sepanjang 36,48 km garis pantai Utara Jawa. Kabupaten Rembang menyimpan potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata bahari, namun ancaman abrasi yang terus menggerus bibir pantai, akibat minimnya tutupan vegetasi, tekanan gelombang musiman, dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir menjadi persoalan yang kian mendesak untuk dipetakan dan ditangani.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa kini tengah menghadapi tekanan ganda yang dinamis, mulai dari degradasi geomorfologis, ancaman bencana hidrometeorologi, hingga ketimpangan penataan ruang permukiman. Guna menjawab tantangan pelik tersebut secara komprehensif, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerjunkan mahasiswanya dalam agenda akademik tahunan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan secara maraton pada tanggal 22 hingga 25 Juni 2026. Mengambil lokasi fokus di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, rangkaian kegiatan lapangan KKL tahun ini secara khusus mengintegrasikan pendekatan multidisiplin yang memadukan perspektif bidang peminatan biotik, fisik, dan sosial demi mengidentifikasi potensi adaptasi sekaligus merumuskan rekomendasi strategi resiliensi wilayah yang berkelanjutan.
Persiapan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan terus dimatangkan. Sebanyak 12 delegasi mahasiswa kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan survei tahap kedua yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 21 hingga 22 Mei 2026. Fokus utama pada survei lanjutan ini dititikberatkan pada pengurusan perizinan administratif, permintaan data penelitian, serta kesiapan akomodasi, transportasi, dan penginapan bagi seluruh peserta KKL.
Guna mengoptimalkan efisiensi waktu dan kelancaran operasional di dua kabupaten, rombongan mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok kerja utama, yakni Tim Perizinan Pati, Tim Perizinan Rembang, dan Tim Survei Rembang.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan 2026 yang mengusung tema “Inspired by Nature, For Climate, For Future”, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana telah melaksanakan kegiatan koservasi lingkungan dengan tema “Eco-Action, Climate Reaction: From Land to Water, We Act Together” pada Rabu, 20 Mei 2026, di kawasan DAS Bompon, Dusun Kalisari, Kecamatan Kalisari, Kabupatan Magelang, Jawa Tengah. Daerah ini juga telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) RI sebagai Proklim Lestari melalui keunggulannya di bidang penyelamatan sumber daya air dan terus meakukan penanaman pohon di sekitar mata air.
TAIWAN – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa melalui partisipasi dalam forum internasional. Kegiatan ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam the 2026 Annual Meeting of the Geography Society yang diselenggarakan di National Changhua University of Education pada 25 April 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari Student Mobility Program yang bertujuan memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan akademik, serta memperkuat jejaring internasional sivitas akademika UGM. Delegasi terdiri dari 14 peserta yang meliputi dosen, mahasiswa S2 dan S3, serta alumni, yang seluruhnya berperan aktif sebagai presenter dalam berbagai sesi ilmiah.
Yogyakarta, 23 April 2026 – Program Studi Magister (S2) Ilmu Lingkungan menyelenggarakan sesi pembekalan daring bagi mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 pada Kamis (23/4). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penguatan perspektif keilmuan langsung dari Dr. Tasdiyanto, S.P., M.Si. Beliau hadir sebagai dosen praktisi yang saat ini bertugas sebagai Staf Ahli Menteri pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (2025–2026).

(Dokumentasi Kegiatan)
Dr. Tasdiyanto memaparkan materi bertajuk “Isu-Isu Strategis: Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan”. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa hunian layak dan lingkungan sehat adalah hak asasi warga negara sesuai amanat Pasal 28H UUD 1945. Pertemuan ini menjadi sangat strategis mengingat sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan papan, tetapi juga memiliki dampak lingkungan dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.