REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa kini tengah menghadapi tekanan ganda yang dinamis, mulai dari degradasi geomorfologis, ancaman bencana hidrometeorologi, hingga ketimpangan penataan ruang permukiman. Guna menjawab tantangan pelik tersebut secara komprehensif, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerjunkan mahasiswanya dalam agenda akademik tahunan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan secara maraton pada tanggal 22 hingga 25 Juni 2026. Mengambil lokasi fokus di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, rangkaian kegiatan lapangan KKL tahun ini secara khusus mengintegrasikan pendekatan multidisiplin yang memadukan perspektif bidang peminatan biotik, fisik, dan sosial demi mengidentifikasi potensi adaptasi sekaligus merumuskan rekomendasi strategi resiliensi wilayah yang berkelanjutan.


Rangkaian riset lapangan KKL Tematik 2026 ini dirancang secara sistematis untuk memberikan kontribusi sains yang nyata dan terukur terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas bidang peminatan keahlian, kegiatan KKL ini menyokong ketercapaian SDGs Poin 6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui validasi kualitas sumber daya air tawar dan kelayakan drainase rumah tangga; SDGs Poin 10 mengenai Berkurangnya Ketimpangan dengan memetakan profil sosial ekonomi guna mengurai kesenjangan fasilitas hunian intertidal; SDGs Poin 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pemodelan risiko bencana untuk perencanaan tata ruang yang aman; SDGs Poin 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim melalui penghitungan sekuestrasi karbon biru pesisir; serta SDGs Poin 14 mengenai Ekosistem Lautan dan Poin 15 mengenai Ekosistem Daratan melalui inventarisasi keanekaragaman hayati vegetasi sabuk hijau (greenbelt) dan avifauna sebagai indikator biologis stabilitas lingkungan pesisir.
Di bawah bimbingan para dosen pakar, yaitu Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si., Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech., dan Dr. Sudaryatno, M.Si., seluruh mahasiswa pascasarjana melakukan penelitian sesuai bidang peminatan masing-masing. Bidang peminatan pertama, yakni Peminatan Biotik, memfokuskan kajian pada dua ekosistem vital di Kawasan Mangrove Pasar Banggi, Kabupaten Rembang. Tim pertama melakukan eksplorasi potensi karbon ekosistem mangrove dan berhasil mengalkulasi total cadangan karbon permukaan sebesar 460,94 Mg C/ha, dengan konsentrasi tertinggi berada di Zona Backward yang didominasi oleh spesies Rhizophora stylosa dewasa. Tim kedua melakukan analisis struktur komunitas vegetasi mangrove untuk mengetahui tingkat kerentanan pesisir, yang menunjukkan potret positif berupa proses regenerasi alami yang berjalan baik melalui kelimpahan semai Avicennia marina dan pancang Rhizophora apiculata. Sementara itu, tim ketiga melakukan kajian indeks kesehatan ekologis avifauna untuk mengukur resiliensi mosaik habitat, dan berhasil mengidentifikasi sedikitnya 28 spesies burung dengan nilai Indeks Kualitas Ekologi (IKE) berkategori “Baik” hingga “Sangat Baik” di empat stasiun pengamatan.
Bidang peminatan kedua, yakni Peminatan Fisik, menyoroti dua parameter ancaman hidrogeomorfologis yang dinamis di wilayah Rembang dan Pati. Tim hidrologi melakukan investigasi mendalam untuk menyingkap ancaman intrusi air laut pada akuifer dangkal di Kecamatan Rembang. Melalui pemetaan terhadap 40 grid sumur warga, tim mendeteksi anomali salinitas, TDS, dan DHL yang sangat tinggi pada sumur gali di kawasan Tasikagung, Pasar Banggi, dan Kebonagung Kidul. Di sisi lain, tim geomorfologi melakukan analisis risiko banjir berbasis overlay spasial di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana, Kabupaten Pati. Melalui tumpang susun parameter fisik berupa peta lereng, elevasi, dan penggunaan lahan, tim menemukan bahwa wilayah dengan elevasi rendah di Kecamatan Jakenan, Wedarijaksa, Pati, dan Juwana memiliki kerentanan banjir fisik terekstrem akibat buruknya drainase regional dan sedimentasi sungai. Bidang peminatan ketiga, yakni Peminatan Sosial, melakukan analisis korelasi asosiasi antara kualitas lingkungan rumah mukim dan profil sosial ekonomi di Kecamatan Rembang dan Lasem. Melalui survei terestrial lapangan yang berhasil merealisasikan capaian 100% terhadap 439 responden di 22 blok sampel permukiman, tim menemukan bahwa kualitas hunian di kedua wilayah tersebut didominasi oleh kategori sedang. Meskipun dinilai cukup layak, intervensi kebijakan tata ruang spasial masih mendesak diperlukan pada beberapa blok akibat masih buruknya indikator pengelolaan sampah domestik serta ketiadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Rangkaian kegiatan lapangan KKL ini menyajikan mosaik tantangan dan catatan empiris tersendiri bagi para peneliti pascasarjana. Hambatan fisik berupa pekatnya substrat lumpur mangrove, fluktuasi pasang surut air laut yang ekstrem, hingga penyumbatan saluran akibat invasi eceng gondok berhasil dimitigasi melalui adaptasi waktu pelaksanaan survei yang lebih awal. Dinamika sosial juga sempat mewarnai perjalanan tim hidrologi yang sempat dicurigai warga sebagai pihak asing saat mengukur sumur, sebelum akhirnya pendekatan sosiokultural yang persuasif mampu mengubah paradigma masyarakat menjadi sangat kooperatif. Langkah strategis pasca-KKL ini akan difokuskan pada perampungan uji laboratorium hidrokimia sampel tanah dan air, yang kemudian diintegrasikan menggunakan pemodelan Sistem Informasi Geografis (GIS). Output akhir berupa laporan KKL komprehensif, peta digital multiparameter, serta rekomendasi kebijakan strategis ini akan diserahkan kepada pihak pemangku kebijakan setempat demi mewujudkan kelestarian dan resiliensi kawasan pesisir Kabupaten Rembang dan Pati di masa depan.
Penulis: Shinta