• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • PROGRAM MAGISTER
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
  • PROGRAM DOKTOR
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2021
      • KURIKULUM 2026
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
    • RISET/PUBLIKASI
  • TRACER STUDY
  • KONTAK
  • Beranda
  • Berita
  • Tindak Lanjut Penyusunan IGRK Kutai Barat, Tim UGM Himpun Data Sumber Emisi Lintas Sektor

Tindak Lanjut Penyusunan IGRK Kutai Barat, Tim UGM Himpun Data Sumber Emisi Lintas Sektor

  • Berita, Berita S2, Sorotan, Sorotan S2
  • 10 Agustus 2026, 12.03
  • Oleh: muhammad.ulyn.n
  • 0

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui tim ahlinya terus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam penyusunan dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi teknis dengan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait di Kabupaten Kutai Barat pada 27–30 Juli 2026.

Kolaborasi tersebut diawali dengan koordinasi teknis antara Tim Ahli UGM dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat pada 27 Juli 2026. Pertemuan ini dilakukan untuk menyepakati ruang lingkup kegiatan, sumber data, serta target penurunan emisi yang akan menjadi bagian dari dokumen IGRK Kabupaten Kutai Barat. Proses tersebut sekaligus menjadi langkah penting untuk menyelaraskan metodologi, persepsi, dan validasi data antara pihak akademisi dan pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan data dilakukan secara lintas sektor. Pada sektor limbah, Tim Ahli UGM berkoordinasi dengan DLH dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Barat untuk memperoleh data terkait timbulan sampah domestik dan industri serta sistem pengelolaan air limbah domestik. Data tersebut diperlukan untuk mendukung perhitungan emisi, termasuk emisi metana, sekaligus mendukung pengembangan pola pengelolaan limbah dan infrastruktur sanitasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, data mengenai kebakaran lahan diperoleh melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat. Data ini diperlukan untuk mengidentifikasi dampak kebakaran lahan terhadap ekosistem darat serta memperhitungkan potensi pelepasan emisi karbon ke atmosfer. Pada sektor pertanian, koordinasi dengan Dinas Pertanian dilakukan untuk memperoleh data yang mendukung perhitungan emisi metana dari sawah tergenang dan dinitrogen oksida dari penggunaan pupuk kimia.

Pada sektor energi, koordinasi dilakukan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat serta Bidang Sumber Daya Alam di bawah Dinas PUPR untuk memperoleh informasi mengenai konsumsi energi, kebijakan dan regulasi daerah, serta potensi pemanfaatan sumber daya energi lokal. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi energi dan mendukung transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Pengumpulan data juga mencakup aspek kependudukan, penggunaan lahan, dan transportasi. Tim Ahli UGM berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Barat untuk memperoleh data dasar demografi dan kependudukan, serta dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kutai Barat untuk mendukung perhitungan emisi dari perubahan tutupan lahan dan konversi hutan pada sektor FOLU (Forestry and Other Land Use).

Pada sektor transportasi, koordinasi dilakukan dengan Dinas Perhubungan dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kabupaten Kutai Barat. Data yang dihimpun mencakup aktivitas logistik, konsumsi bahan bakar minyak kendaraan, serta data teknis terkait beban emisi dan pemantauan uji emisi kendaraan daerah. Selain itu, data sektor energi listrik diperoleh melalui koordinasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kabupaten Kutai Barat untuk mendukung perhitungan emisi CO₂ dari penggunaan bahan bakar fosil pada pembangkit listrik.

Kegiatan penyusunan IGRK ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data yang kuat bagi perencanaan aksi perubahan iklim. Keterlibatan berbagai sektor memungkinkan inventarisasi emisi dilakukan secara lebih komprehensif, mencakup limbah, pertanian, kebakaran lahan, energi, transportasi, kependudukan, hingga penggunaan lahan.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Hubungan tersebut tercermin dari pengumpulan dan pengolahan data pada berbagai sektor serta kemitraan antara UGM dan pemerintah daerah dalam mendukung aksi iklim di tingkat daerah.

Melalui dukungan keilmuan dan penguatan kolaborasi lintas sektor, UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penyediaan basis data dan informasi yang dapat mendukung perencanaan pembangunan daerah yang rendah emisi, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim.

Penulis: Najmadina F

Editor: Ulyn Nuha

Tags: ilmu lingkungan SDG 11 SDG 12 SDG 13 SDG 15 SDG 17 SDG 2 SDG 6 SDG 7 SDGs

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (+62) 858-6655-3174
Email: ilmulingkungan.pasca@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY