Yogyakarta — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang 2nd International Student Summit 2026 Malaysia yang berlangsung pada 14–15 Februari 2026. Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Food melalui inovasi berjudul “ROOT CHIPS: A Prebiotic Zero-Waste Snack for Low-Carbon Food Solutions.” Tim ini dibimbing oleh Dr. Priyayi Agung Pambudi dengan Baso Samsu Rijal sebagai ketua tim, serta beranggotakan Nurlaila Sahara Worabay, Rabiyathul Adawiyah Abbas, Muchammad Shaliqin, dan Atik Septiana Putri.
SDG 12
Yogyakarta, 9 Maret 2026 – Inovasi pemanfaatan mikroalga untuk mengatasi persoalan limbah sekaligus menghasilkan energi terbarukan menjadi fokus penelitian yang dipaparkan oleh mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Fifin Hindarti. Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ujian tertutup disertasi yang diselenggarakan pada Kamis (5/3) pukul 13.00–16.00 WIB di Ruang Sidang C Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM. Disertasi yang diangkat berjudul “Pemanfaatan Mikroalga Euglena gracilis sebagai Bioremediator Limbah Cair Peternakan Sapi Perah dan Produksi Lipid untuk Bahan Baku Biodiesel.”
YOGYAKARTA, 21 Januari 2026 – Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan prosesi pelepasan wisudawan pada Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026. Dalam periode ini, sebanyak 13 lulusan resmi menyelesaikan masa studinya dan siap memberikan kontribusi profesional melalui keahlian yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM.

(Dokumentasi Kegiatan)
Daftar wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi pada periode ini terdiri dari lima orang dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, yaitu Defritus Aldrin Punuf, Iga Maliga, Natasha Belandina Cornelin Abolla, Rembanang Anindhita, dan Thomas Oka Pratama. Sementara itu, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan meluluskan delapan orang wisudawan, yakni Anak Agung Istri Agung Mirayani, Akbar Wahyu Illahi, Annisa Nabila Ramdini, Ardhi Irawan, Inneke Monica, Nona Chalista Aurora Nur Cahyo, Rahmi Idhayanti, serta Ummi Nur Fitriana.
Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Enjang Asri, berhasil mempresentasikan abstrak penelitiannya pada 2025 Sustainable Asia Conference (SAC 2025) yang diselenggarakan oleh Singapore University of Social Sciences pada tanggal 29-30 Oktober 2025. Dalam forum internasional tersebut, Enjang Asri menyampaikan abstrak yang berfokus pada pentingnya pembentukan koalisi gerakan penanganan sampah di Yogyakarta. Presentasi ini menyoroti kenyataan bahwa berbagai penggerak isu persampahan di Yogyakarta hingga kini masih bekerja secara terfragmentasi dan berjalan sendiri-sendiri, sehingga upaya pengurangan sampah belum mencapai efektivitas yang optimal.
Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) dengan tema Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang pada 14-17 Juli 2025. Kegiatan ini menganalisis kebersihan pantai melalui pendekatan Clean Coast Index (CCI) dan Hazardous Item Index (HII) di tiga lokasi strategis: Pantai Widuri Kecamatan Pemalang, Pantai Joko Tingkir Kecamatan Petarukan, dan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo Kecamatan Ulujami. Penelitian ini merupakan respons terhadap permasalahan serius pencemaran sampah laut antropogenik di pesisir Indonesia, khususnya di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi wisata dan ekonomi maritim yang tinggi.
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan aksi peduli lingkungan bertajuk “Funtastic Without Plastic: Save Nature for the Future” sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengusung tema “Ending Plastic Pollution“. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, ini merupakan wujud komitmen akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait perlindungan ekosistem laut dan pengurangan dampak polusi plastik terhadap lingkungan. Acara yang dihadiri oleh 150 peserta ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Fourkey Yogyakarta (Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta), menunjukkan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi masyarakat sipil dalam mengimplementasikan aksi nyata pelestarian lingkungan. Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya perlindungan dan restorasi ekosistem laut, serta SDG 15 (Life on Land) melalui konservasi keanekaragaman hayati pesisir.
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan seminar bertajuk “Funtastic Without Plastic: Save Nature for the Future” pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Parangtritis Geomaritime Science Park, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengusung tema “Ending Plastic Pollution“, dengan menghadirkan dua pembicara yang memiliki keahlian berbeda namun saling melengkapi dalam isu lingkungan. Dr. Ir. Ammy Nurwati, M.M., yang menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, menyampaikan materi tentang “Konservasi Keanekaragaman Hayati di Indonesia” yang memberikan pemahaman mendalam tentang kekayaan biodiversitas Indonesia dan tantangan pelestariannya. Sementara itu, Daru Aji Saputra S.Si., Founder Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta, membahas “Peran Generasi Muda dalam Mengakhiri Polusi Plastik dan Melestarikan Ekosistem Pesisir” dengan fokus pada strategi praktis melibatkan generasi muda dalam upaya konservasi. Seminar dipandu oleh Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si., Dosen Program Magister Ilmu Lingkungan UGM.
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di luar ranah akademik. Dua mahasiswi Sekolah Pascasarjana UGM, Dina Aprilia dan Wahyu Febriani, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang yang mengangkat isu-isu strategis di bidang kesehatan masyarakat dan pelestarian budaya.
(Dokumentasi Kegiatan)
Dina Aprilia, mahasiswi asal Tangerang, berhasil meraih posisi Top 4 Duta Kesehatan DIY Terfavorit. Motivasi Dina untuk mengikuti ajang tersebut berangkat dari latar belakang keluarga dan keilmuannya di bidang lingkungan yang sangat berkaitan erat dengan kesehatan. “Aku ikut ajang ini karena berangkat dari permasalahan kesehatan yang dialami keluarga. Aku ingin berdampak bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kesehatan,” ujarnya.
Bantul (7/10) Sejak Bulan Maret sampai dengan Oktober 2024, Magister Ilmu Lingkungan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Kegiatan dengan tema inovasi dalam pengelolaan sampah di wilayah perdesaan ini merupakan bagian dari Dana Hibah Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Tahun 2024, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ig. L Setyawan Purnama, M.Si. Fokus utama kegiatan adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
