TAIPEI – Tim Student Mobility Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melanjutkan rangkaian kegiatan melalui kunjungan akademik ke laboratorium tanah di National Taiwan University. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan, khususnya yang berkaitan dengan peran tanah dalam menopang sistem ekologi.
(Dokumentasi Kegiatan)
Kunjungan tersebut dipandu oleh Prof. Zeng-Yei Hseu, Guru Besar pada Department of Agricultural Chemistry NTU yang memiliki kepakaran di bidang soil science dan soil contamination. Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai berbagai tantangan pengelolaan tanah, termasuk degradasi lahan dan pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
“Tanah adalah fondasi kehidupan. Tanpa tanah, tidak ada kehidupan. Karena itu, memahami tanah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Prof. Zeng-Yei Hseu.
Ia menambahkan bahwa tanah memiliki fungsi penting dalam mendukung lingkungan, mulai dari penyediaan unsur hara bagi tanaman, pengatur siklus air, hingga penyimpan karbon dalam konteks perubahan iklim.

(Dokumentasi Kegiatan)
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga meninjau secara langsung fasilitas laboratorium yang digunakan untuk menganalisis kualitas tanah, meliputi parameter fisik, kimia, serta indikasi kontaminasi. Pendekatan berbasis laboratorium ini memberikan gambaran mengenai bagaimana data ilmiah dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Selain aspek teknis, diskusi turut menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama bagi negara-negara yang memiliki karakteristik lingkungan beragam.
“Indonesia memiliki kekayaan karakter tanah dan lingkungan yang sangat beragam. Jika ada kolaborasi riset, hal ini akan sangat baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan ke depan,” tambahnya.
Bagi Tim UGM, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas perspektif penelitian, khususnya dalam memahami keterkaitan antara tanah, aktivitas manusia, dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat pendekatan interdisipliner yang menjadi ciri khas Program Doktor Ilmu Lingkungan, di mana berbagai bidang keilmuan diintegrasikan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan riset yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif serta relevan dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan di Indonesia.

(Dokumentasi Kegiatan)
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan kapasitas akademik dan pembelajaran internasional, SDG 13: Climate Action melalui pemahaman peran tanah dalam mitigasi perubahan iklim, SDG 15: Life on Land melalui kajian konservasi tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kerja sama akademik dan riset internasional.
Penulis: Tim Student Mobility Program
Ini merupakan kesempatan yang langka untuk dapat belajar dari Prof Zheng-Yei Hseu. Ada dialog juga bersama Prof Eko Haryono dan pada peserta yang hadir. Luar biasa