Yogyakarta, 10–14 Agustus 2026 – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), menyelenggarakan kegiatan defisiensi bagi mahasiswa baru semester gasal 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari kerja di ruang kelas, sebagai rangkaian pembekalan sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan resmi. Kegiatan defisiensi ditujukan untuk menyamakan persepsi dasar mengenai ilmu lingkungan, mengingat mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan berasal dari beragam latar belakang jurusan S1. Melalui kelas-kelas ini, seluruh mahasiswa baru diharapkan memiliki bekal pemahaman yang setara sebelum menempuh perkuliahan inti.

Materi disampaikan secara bertahap sesuai tema harian. Senin (10/8) diawali pengenalan program studi oleh Dr. Sudaryatno selaku Ketua Program Studi, dilanjutkan materi ekologi dan ekosistem oleh Prof. Ig. L. Setyawan Purnama, serta sumberdaya alam dan daya dukung lingkungan oleh Dr. Tjahyo Nugroho Adji. Selasa (11/8) berfokus pada lingkungan abiotik, mencakup materi udara dan air oleh Dr. Emilya Nurjani serta bentanglahan dan tanah oleh Dr. Muhammad Anggri Setiawan. Rabu (12/8) membahas lingkungan biotik, meliputi ekologi hewan dan tumbuhan oleh Dr. Priyaji Agung Pambudi serta ketahanan dan keamanan lingkungan oleh Prof. Andhika Puspito Nugroho. Kamis (13/8) mengangkat tema lingkungan budaya, dengan materi sosial dan ekonomi oleh Dr. Rika Harini serta manusia dan budaya oleh Dr. Djaka Marwasta. Rangkaian ditutup Jumat (14/8) dengan tema teknologi dan data informasi spasial, mencakup pemetaan oleh Dr. Ari Cahyono, penginderaan jauh oleh Dr. Retnadi Heru Jatmiko, dan Sistem Informasi Geografis oleh Dr. Taufik Hery Purwanto.

Dengan cakupan materi yang membentang dari aspek abiotik, biotik, sosial-budaya, hingga teknologi informasi spasial, kegiatan defisiensi ini diharapkan membekali mahasiswa lintas disiplin dengan dasar keilmuan yang setara sebelum melanjutkan ke kuliah lapangan matrikulasi dan perkuliahan inti Program Studi Magister Ilmu Lingkungan SPs UGM. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen program studi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pembelajaran awal yang inklusif dan komprehensif bagi mahasiswa baru.
Penulis: Fardan Yusuf Ibrahim