Riau – Tim Hibah Penelitian Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan kebakaran lahan gambut di Provinsi Riau sebagai bagian dari penelitian berjudul “Validasi Identifikasi Kebakaran Flaming dan Smouldering pada Lahan Gambut Menggunakan Pendekatan Penginderaan Jauh”. Penelitian yang diketuai oleh Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si. bersama dua anggota tim peneliti ini bertujuan untuk memvalidasi hasil interpretasi citra penginderaan jauh melalui observasi langsung di lapangan sehingga mampu meningkatkan akurasi identifikasi karakteristik kebakaran gambut, khususnya tipe flaming dan smouldering, yang selama ini menjadi tantangan dalam pemantauan kebakaran berbasis satelit.

Kegiatan penelitian diawali dengan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau pada 21 Mei 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperoleh data historis kejadian kebakaran, mendiskusikan kondisi terkini wilayah terdampak, serta menentukan lokasi yang paling representatif untuk pelaksanaan verifikasi lapangan. Selain sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, koordinasi ini juga memastikan bahwa seluruh rangkaian penelitian dilakukan berdasarkan informasi lapangan yang mutakhir dan sesuai dengan kondisi aktual wilayah rawan kebakaran.
Verifikasi lapangan kemudian dilaksanakan pada 23–25 Mei 2026 di Desa Teluk Lanus, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, salah satu kawasan gambut yang memiliki riwayat kejadian kebakaran cukup tinggi. Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan serangkaian observasi lapangan yang meliputi pengambilan titik koordinat menggunakan Global Positioning System (GPS), dokumentasi kondisi lokasi, identifikasi area bekas kebakaran, serta pencocokan karakteristik tutupan lahan dengan hasil interpretasi citra satelit. Seluruh data yang diperoleh menjadi bagian penting dalam proses validasi algoritma identifikasi kebakaran gambut sehingga dapat meningkatkan ketelitian analisis berbasis penginderaan jauh.
Pelaksanaan penelitian di lapangan tidak terlepas dari berbagai tantangan geografis yang menjadi bagian dari dinamika penelitian kawasan gambut. Tim peneliti harus menempuh perjalanan darat selama sekitar tiga hingga empat jam dari Kota Pekanbaru menuju Pelabuhan Tanjung Buton melalui kondisi jalan yang cukup berat di beberapa titik. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan speedboat selama kurang lebih dua jam menuju Desa Teluk Lanus. Akses transportasi yang bergantung pada jadwal operasional speedboat pada hari-hari tertentu mengharuskan tim menyusun perencanaan lapangan secara cermat agar seluruh agenda penelitian dapat terlaksana sesuai target waktu.
Meskipun dihadapkan pada tantangan aksesibilitas dan kondisi lapangan yang dinamis, seluruh rangkaian verifikasi berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana penelitian. Data spasial, dokumentasi lapangan, serta informasi mengenai karakteristik area bekas kebakaran berhasil dikumpulkan dan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam proses pengembangan serta pengujian algoritma identifikasi kebakaran gambut berbasis citra satelit. Hasil tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan deteksi jenis kebakaran gambut sehingga dapat mendukung sistem pemantauan yang lebih efektif.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa validasi lapangan merupakan tahapan yang sangat penting dalam penelitian penginderaan jauh karena menjadi dasar untuk memastikan bahwa informasi yang dihasilkan dari citra satelit benar-benar merepresentasikan kondisi di lapangan.
“Penginderaan jauh memberikan informasi spasial yang sangat luas dan efisien, namun akurasi hasil interpretasinya tetap memerlukan pembuktian melalui observasi langsung di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan verifikasi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam memastikan bahwa metode identifikasi kebakaran flaming maupun smouldering yang kami kembangkan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan dapat diaplikasikan secara lebih luas untuk mendukung mitigasi kebakaran lahan gambut di Indonesia,” jelas Dr. Emilya.
Lebih lanjut, beliau berharap hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang penginderaan jauh dan kebencanaan, tetapi juga menjadi referensi ilmiah dalam penyusunan strategi mitigasi kebakaran lahan gambut yang lebih adaptif dan berbasis bukti (evidence-based policy). Pengembangan metode deteksi yang semakin akurat diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada kawasan gambut yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Pelaksanaan penelitian ini juga menunjukkan komitmen Sekolah Pascasarjana UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pengembangan metode pemantauan kebakaran yang lebih akurat, penelitian ini berkontribusi terhadap SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko kebakaran lahan. Selain itu, penelitian ini turut mendukung SDG 15 (Life on Land) dengan memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan, serta berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui penyediaan informasi yang dapat mendukung keberlanjutan kawasan pertanian dan ketahanan pangan di wilayah yang rentan terdampak kebakaran.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan dalam pengembangan metode identifikasi kebakaran gambut yang lebih presisi dan aplikatif, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam mendukung pengelolaan lingkungan, pengurangan risiko bencana, serta perumusan kebijakan berbasis data. Melalui riset yang terintegrasi antara inovasi teknologi dan verifikasi empiris di lapangan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada terus berupaya menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, penguatan ketahanan lingkungan, dan peningkatan kualitas tata kelola sumber daya alam di Indonesia.
Penulis: Nurlaila Sahara W
Editor: Hikmatun Lampadjoa