• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • PROGRAM MAGISTER
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
  • PROGRAM DOKTOR
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
    • RISET/PUBLIKASI
  • KONTAK
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian Clean Coast Index untuk Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang

Kajian Clean Coast Index untuk Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang

  • Berita, Berita S2
  • 23 Juli 2025, 14.32
  • Oleh: muhammad.ulyn.n
  • 0

Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) dengan tema Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang pada 14-17 Juli 2025. Kegiatan ini menganalisis kebersihan pantai melalui pendekatan Clean Coast Index (CCI) dan Hazardous Item Index (HII) di tiga lokasi strategis: Pantai Widuri Kecamatan Pemalang, Pantai Joko Tingkir Kecamatan Petarukan, dan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo Kecamatan Ulujami. Penelitian ini merupakan respons terhadap permasalahan serius pencemaran sampah laut antropogenik di pesisir Indonesia, khususnya di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi wisata dan ekonomi maritim yang tinggi.

(Dokumentasi Kegiatan)

Metode penelitian yang digunakan diantaranya Shoreline Survey Methodology dan transect belt sampling untuk mengidentifikasi jumlah, jenis, dan kelimpahan sampah pesisir secara komprehensif. Tim peneliti menggunakan berbagai instrumen ilmiah termasuk GPS, kamera, timbangan analitik, dan peralatan sampling lainnya untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif yang akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebersihan pantai dan keberadaan barang berbahaya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi pesisir. Data awal menunjukkan bahwa Pantai Widuri memiliki kepadatan sampah makro (Sampah dengan ukuran lebih besar dari 25 mm) lebih tinggi karena aktivitas wisata yang intensif dengan 143 sampah plastik dari total 174 item, sementara Pantai Joko Tingkir didominasi sampah meso (Sampah dengan ukuran antara 5 mm hingga 25 mm) akibat aliran Sungai Comal. KEE Mojo sebagai kawasan konservasi menghadapi tekanan ganda dari akumulasi sampah laut dan darat yang mengancam kelestarian ekosistem mangrove.

Temuan penelitian mengungkap kondisi memprihatinkan dengan dominasi sampah plastik dan keberadaan limbah berbahaya seperti jarum suntik, puntung rokok, dan pecahan kaca dalam jumlah signifikan. “Penelitian ini penting sebagai dasar ilmiah untuk menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan pesisir Pemalang,” ungkap Cindy Amelina selaku Koordinator Minat CCI. Data ini menjadi krusial mengingat Indonesia berkontribusi 0,48-1,29 juta ton sampah plastik ke laut per tahun, dan Pemalang sebagai wilayah pesisir strategis membutuhkan pengelolaan berbasis sains untuk keberlanjutan wisata dan perlindungan kawasan konservasi. Kolaborasi antara UGM, Pemerintah Kabupaten Pemalang, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD dalam penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan pesisir yang efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekonomi berbasis wisata maritim.

(Dokumentasi Kegiatan)

Kegiatan penelitian ini sejalan dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya pengurangan polusi laut dan perlindungan ekosistem pesisir, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi multi-stakeholder antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target global perlindungan lingkungan laut dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Penulis: Tim KKL

Tags: ilmu lingkungan pemalang praktik lapangan SDG 12 SDG 14 SDG 17 SDGs

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (+62) 858-6655-3174
Email: ilmulingkungan.pasca@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY