Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Enjang Asri, berhasil mempresentasikan abstrak penelitiannya pada 2025 Sustainable Asia Conference (SAC 2025) yang diselenggarakan oleh Singapore University of Social Sciences pada tanggal 29-30 Oktober 2025. Dalam forum internasional tersebut, Enjang Asri menyampaikan abstrak yang berfokus pada pentingnya pembentukan koalisi gerakan penanganan sampah di Yogyakarta. Presentasi ini menyoroti kenyataan bahwa berbagai penggerak isu persampahan di Yogyakarta hingga kini masih bekerja secara terfragmentasi dan berjalan sendiri-sendiri, sehingga upaya pengurangan sampah belum mencapai efektivitas yang optimal.
Berita S2
Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Fakultas Geografi dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Remote Sensing for Environmental Science”, yang dirangkaikan dengan peluncuran sistem “Environmental Spatial Data Analysis System” sebagai inovasi dalam mendukung pembelajaran dan riset berbasis penginderaan jauh. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kolaborasi akademik antara UGM dan Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.
Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, kembali meluluskan mahasiswa pada Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan pada 21–22 Oktober 2025 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada.
Pada periode ini, Program Studi Ilmu Lingkungan meluluskan lima (5) wisudawan Program Doktor Ilmu Lingkungan (S3) dan sepuluh (10) wisudawan Program Magister Ilmu Lingkungan spesifik Minat Ilmu Lingkungan (S2). Para lulusan berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan daerah di Indonesia, mencerminkan karakter multidisipliner dan inklusif dalam pengembangan ilmu lingkungan di UGM.
Yogyakarta 20 Oktober 2025 – Energi merupakan salah satu keperluan vital dalam pembangungan dan pengembangan sumber daya yang ada di bumi pertiwi. Keperluan energi selama ini bersumber dari bahan bakar fosil memerlukan transformasi ke sumber daya energi baru dan terbarukan atau EBET. Transformasi secara perlahan dapat mulai dari aspek pengetahuan, sumber daya pengelola dan pengembang serta ketersediaan infrastruktur yang memadai. Hal ini sebab sumber energi dari bahan bakar fosil telah memberikan dampak pada terjadinya perubahan iklim secara global atau climate change dan cenderung menimbulkan pemanasan secara global atau global warming. Salah satu aspek penting yang tidak boleh dilupakan bahwa pengembangan EBET sangat dipengaruhi dan mempengarui aspek sosial atau masyarakat di sekitar lokasi implant EBET.
Delegasi Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang terdiri atas Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si. (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan), Dr. Sudaryatno, M.Si. (Koordinator Jaminan Mutu Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan), dan Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. (Koordinator Jaminan Mutu Program Studi Magister Ilmu Lingkungan), turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-13 Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan Seluruh Indonesia (PEPSILI) yang diselenggarakan pada 5–7 September 2025 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka Semester Gasal TA. 2025/2026 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan defisiensi dan praktik lapangan bagi mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dasar lintas disiplin serta meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami isu-isu lingkungan yang kompleks dan multidimensi.
(Dokumentasi Kegiatan)
Defisiensi yang berlangsung selama satu minggu ini menghadirkan pakar dari berbagai disiplin ilmu, alumni, dan pustakawan UGM untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar tentang isu-isu lingkungan penting seperti perubahan iklim (SDG 13), pengelolaan air bersih dan sanitasi (SDG 6), restorasi ekosistem darat (SDG 15), transisi energi bersih dan terjangkau (SDG 7), serta kemitraan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17). Ketua kegiatan, Dr. Sudrajat, menyatakan bahwa defisiensi menjadi momen penting untuk menyamakan pemahaman mahasiswa dari latar belakang yang beragam serta menyiapkan mereka dengan fondasi teori dan konsep yang kuat untuk melanjutkan studi mereka di bidang ilmu lingkungan dan geografi.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari University of Birmingham (UoB) di Sekolah Pascasarjana UGM pada Rabu, 6 Agustus 2025. Pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Siti Malkhamah, Prof. Eko Haryono, dan Dr. Priyaji Agung Pambudi dari UGM, serta Prof. Gregor Leckebusch dan Ahmad (mahasiswa) dari UoB. Kedua universitas membahas rencana kerja sama yang lebih mendalam dalam berbagai bidang, termasuk pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, dan program joint degree.
(Dokumentasi Kegiatan)
Rencana kerja sama yang dibahas mencakup beberapa inisiatif strategis, seperti visiting lecture, summer course, dan kolaborasi penelitian. Selain itu, kedua institusi juga membahas rencana pengembangan program joint degree untuk master dan doctoral program.
Yogyakarta, 5 Agustus 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan melakukan pertemuan dengan delegasi dari National Taiwan University (NTU) dalam rangka menjalin kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian. Pertemuan yang berlangsung di Pusat Studi Sumberdaya Lahan UGM ini dihadiri oleh Prof. Eko Haryono dan Prof. Junun Sartohadi dari pihak UGM, serta Prof. Jr-Chuan Huang dan Dr. Ci-Jian Yang selaku perwakilan dari NTU.
(Dokumentasi Kegiatan)
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas beberapa rencana kerja sama strategis, antara lain program joint supervisor, pertukaran mahasiswa (exchange students), penyelenggaraan summer school, kuliah tamu (guest lecture), kegiatan kerja lapangan internasional di Indonesia dan Taiwan, serta konferensi bersama yang akan diselenggarakan setiap tahun seputar bidang geo-science.
Tim Minat Biotik dari Program Magister Ilmu Lingkungan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo, Kabupaten Pemalang dengan menganalisis struktur komunitas mangrove, mengukur stok karbon, serta menilai parameter lingkungan yang mempengaruhi ekosistem mangrove di kawasan yang telah ditetapkan sebagai role model pengelolaan mangrove berbasis kolaborasi di Indonesia.
(Dokumentasi Kegiatan)
Berdasarkan studi terdahulu yang dilakukan oleh Renta et al. (2016), Avicennia marina mendominasi tingkat pohon dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 153,24, sedangkan Rhizophora mucronata mendominasi tingkat anakan dengan INP 171,40. Kawasan ini memiliki kapasitas penyerapan karbon yang signifikan dengan estimasi simpanan karbon biomassa sebesar 21,55–144,22 ton C/ha dan karbon sedimen 98,45–181,06 ton C/ha, dengan rata-rata total simpanan karbon mencapai 155,13 ton C/ha. Temuan ini menjadikan hutan mangrove Mojo sebagai salah satu solusi alami paling efektif dalam menahan emisi gas rumah kaca.
Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) dengan tema Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang pada 14-17 Juli 2025. Kegiatan ini menganalisis kebersihan pantai melalui pendekatan Clean Coast Index (CCI) dan Hazardous Item Index (HII) di tiga lokasi strategis: Pantai Widuri Kecamatan Pemalang, Pantai Joko Tingkir Kecamatan Petarukan, dan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo Kecamatan Ulujami. Penelitian ini merupakan respons terhadap permasalahan serius pencemaran sampah laut antropogenik di pesisir Indonesia, khususnya di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi wisata dan ekonomi maritim yang tinggi.







