Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Workshop Penulisan dan Motivasi Alumni bertajuk “Kiat Merancang S3 tanpa Harus Terlambat – Jangan Takut Gagal (Publikasi) karena Kegagalan adalah Guru Terbaik” selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 3–4 Agustus 2025, di Fakultas Geografi UGM. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen dan empat alumni dari Doktor Ilmu Lingkungan sebagai narasumber. Tak kurang dari puluhan peserta yang berasal dari mahasiswa empat program doktor di UGM—Doktor Ilmu Lingkungan, Doktor Ilmu Geografi, Doktor Kependudukan, dan Doktor Kajian Pariwisata—mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
SDGs

Workshop Penulisan, dan Motivasi Alumni
“Kiat Merancang S3 tanpa harus Terlambat – Jangan Takut Gagal (Publikasi) karena Kegagalan adalah Guru Terbaik”
Rabu-Kamis, 3-4 September 2025
09.00 s.d selesai
Ruang Baca S3 Ilmu Lingkungan, Gd. B, Fakultas Geografi
Dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai smart city yang berkelanjutan, Tim Riset Fundamental 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan kegiatan survei lapangan pada tanggal 11–16 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Riset Fundamental 2025 dengan topik: “Inovasi dan Sistem Pengelolaan Sampah yang Smart untuk Mendukung Implementasi Smart City di Ibu Kota Nusantara.”
(Dokumentasi Kegiatan)
Tim riset ini dipimpin oleh Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., dosen Departemen Geografi Pembangunan sekaligus Ketua Minat Studi Pembangunan Wilayah pada Program Magister Geografi UGM. Beliau didampingi oleh dua peneliti utama, yaitu Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si. (Dosen Departemen Geografi Lingkungan dan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan UGM) dan Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Teknik Kimia UGM).
Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan Internship Doctoral Program hasil kerja sama dengan Fakultas Geografi dan Guilin University of Technology (GUT), Tiongkok. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk terlibat dalam pengalaman akademik dan riset lintas negara. Sejak 21 April 2025, lima mahasiswa dari GUT telah tiba di UGM untuk mengikuti program selama kurang lebih tiga bulan, yang terdiri dari tiga mahasiswa non-degree Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan dan dua mahasiswa Internship Master Program Magister Geografi. Mereka sebelumnya telah mempersiapkan rencana studi dan riset, dan dibimbing oleh para akademisi UGM, termasuk Prof. Eko Haryono, untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan penelitian di Indonesia.
Tim gabungan mahasiswa doktoral dari program studi Ilmu Lingkungan, Ilmu Geografi, dan Kependudukan Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi lapangan komprehensif di Pulau Komodo sebagai bagian dari kegiatan Ekspedisi Sunda Kecil pada tanggal 1–7 Juli 2025. Ekspedisi ini berfokus untuk memahami status konservasi, ekologi perilaku, dan potensi pariwisata berkelanjutan dari spesies biawak terbesar di dunia yaitu Komodo (Varanus komodoensis).
(Dokumentasi Kegiatan)
Selama kunjungan di Pulau Komodo, para mahasiswa mendapatkan kesempatan langka bertemu dengan Thomas, Komodo Jantan berusia 20 tahun, dipandu oleh beberapa Ranger Konservasi dari Taman Nasional Komodo yang yang dipimpin oleh Pak Fajar. Kunjungan ini kebetulan dilaksanakan ketika musim kawin Komodo, yaitu sekitar Juni-Juli-Agustus. Komodo adalah spesies biawak penyendiri, tidak suka berpindah-pindah jauh dari daerah teritorialnya, dan hanya bersosialisasi dengan jenisnya ketika musim kawin atau saat berburu mangsa besar.
Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana UGM melaksanakan kegiatan Ekspedisi Sunda Kecil berkolaborasi dengan Program Studi Doktor Kependudukan dan Program Studi Doktor Ilmu Geografi. Lokasi target kali ini yakni di kawasan wisata premium Labuan Bajo. Sebagai rangkaian kegiatannya, dilaksanakan Talkshow Interaktif antara UGM, Mitra, dan Alumni. Para pihak yang hadir dalam Talkshow Interaktif tanggal 3 Juli 2025 tersebut antara lain Prof. Eko Haryono dan Dr. Sudaryatno beserta peserta ekspedisi, Dr. Leonard Chrysostomos Epafras yang merupakan bagian Humas dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana UGM, Perwakilan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Wilayah Manggarai yang dipimpin oleh Bapak Stefan, mitra dari Taman Nasional Komodo (TNK) yaitu Bapak Ichwan serta perwakilan dari kampus Labuan Bajo (Kampus El Bajo).
Sebanyak 25 mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Gadjah Mada dari tiga program studi yaitu Program Studi Ilmu Lingkungan, Ilmu Geografi, dan Kependudukan, melaksanakan kegiatan Ekspedisi Sunda Kecil yang salah satunya dilaksanakndi Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2-3 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran lapangan yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik nyata pengelolaan desa wisata berbasis budaya dan lingkungan.
(Dokumentasi Kegiatan)
Wae Rebo dikenal sebagai kampung adat yang terletak di kawasan pegunungan dan hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki selama tiga hingga empat jam. Daya tarik utama desa ini adalah tujuh rumah adat khas Manggarai berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang yang mengelilingi altar bernama Compang.
Nusa Tenggara Timur, Juli 2025 – Sebanyak 25 mahasiswa program doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Lingkungan, Doktor Ilmu Geografi, dan Doktor Kependudukan melaksanakan Ekspedisi Sunda Kecil pada 1–7 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran transdisipliner yang menghubungkan sains, budaya, dan kebijakan keberlanjutan. Empat lokasi strategis menjadi fokus ekspedisi, masing-masing menggambarkan kompleksitas hubungan antara manusia dan lingkungan di wilayah kepulauan timur Indonesia.
Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mempertahankan Akreditasi Unggul dari BAN-PT berdasarkan SK No. 6881/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S3/VII/2025, dengan masa berlaku hingga tahun 2030.
Capaian ini mencerminkan komitmen program studi dalam menjaga mutu pendidikan yang tinggi, baik dari sisi kurikulum, dosen, riset, maupun lulusan. Akreditasi ini sekaligus menegaskan posisi UGM sebagai institusi pendidikan unggulan di bidang ilmu lingkungan.
Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari kontribusi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan relevan bagi pembangunan berkelanjutan.
(24/6/2025) Dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Prodi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana UGM berkolaborasi dengan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB), Fakultas Geografi UGM beserta Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI) menyelenggarakan Sarasehan Nasional bertajuk “Penegakan Hukum Lingkungan yang Inklusif: Menjamin Keadilan untuk Keberlanjutan”. Pemilihan tema ini mendukung aspek kultural dari ilmu lingkungan, yakni hukum lingkungan dengan memperhatikan tren kasus-kasus pelanggaran lingkungan terkini. Tema ini juga secara khusus mendukung SDGs tujuan 16, yakni peace, justice, and strong institutions.






