Yogyakarta, 11 Juli 2026 – Setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Batch 1 pada akhir Juni 2026, Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memfasilitasi peningkatan kompetensi mahasiswanya melalui Pelatihan Dasar AMDAL Batch 2 (Angkatan 206) yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, diikuti oleh 24 mahasiswa program magister dan doktoral Ilmu Lingkungan UGM secara daring melalui skema pembelajaran synchronous dan asynchronous. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara PSLH UGM dan Sekolah Pascasarjana UGM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penilaian dan pengelolaan dampak lingkungan sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap pelatihan kompetensi yang tersertifikasi.
SDGs
Yogyakarta, 7 Juli 2026 – Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti kegiatan Sosialisasi Sistem Akreditasi LAMDEPILAR Rumpun Lingkungan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap transformasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh perguruan tinggi penyelenggara program studi rumpun ilmu lingkungan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Purworejo, 15 Mei 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kolaborasi Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Air Tanah Dalam untuk Mencukupi Kebutuhan Air Bersih melalui Pola Kemitraan di Kabupaten Purworejo.” Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi potensi airtanah dalam sebagai dasar penyediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo. Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Yogyakarta, – Sebagai upaya nyata dalam mencetak akademisi dan praktisi yang responsif terhadap tantangan ekologis global, Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Dasar-Dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang bekerja sama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM. Kegiatan yang berlangsung intensif secara daring dari tanggal 29 Juni hingga 4 Juli 2026 ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari jenjang magister dan doktoral Ilmu Lingkungan UGM.
Riau – Tim Hibah Penelitian Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan kebakaran lahan gambut di Provinsi Riau sebagai bagian dari penelitian berjudul “Validasi Identifikasi Kebakaran Flaming dan Smouldering pada Lahan Gambut Menggunakan Pendekatan Penginderaan Jauh”. Penelitian yang diketuai oleh Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si. bersama dua anggota tim peneliti ini bertujuan untuk memvalidasi hasil interpretasi citra penginderaan jauh melalui observasi langsung di lapangan sehingga mampu meningkatkan akurasi identifikasi karakteristik kebakaran gambut, khususnya tipe flaming dan smouldering, yang selama ini menjadi tantangan dalam pemantauan kebakaran berbasis satelit.
Rembang, 21-25 Juni 2026 – Mahasiswa Minat Sosial/Culture Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dr. Noorhadi Rahardjo, M.S. Kegiatan ini mengangkat tema kualitas lingkungan permukiman dan kondisi sosial ekonomi dua variabel yang dalam konteks perkotaan pesisir seperti Rembang dan Lasem kerap berjalin erat namun jarang ditelaah secara bersamaan. Ketimpangan pembangunan, penyediaan fasilitas yang tidak merata, konversi lahan yang tinggi, dan degradasi lingkungan menjadi latar persoalan yang mendorong tim untuk menggali lebih dalam: apakah kondisi sosial ekonomi seseorang benar-benar menentukan kualitas lingkungan tempat ia tinggal?
Pati, 21–25 Juni 2026 — Mahasiswa Minat Abiotik (FISIK) Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan yang dibimbing oleh Dr. Sudaryatno, M.Si. ini mengangkat tema banjir dengan fokus pada analisis dan pemetaan risiko banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana sebuah kawasan yang telah lama menjadi langganan banjir namun belum tertangani secara optimal. Kabupaten Pati merupakan wilayah dataran rendah di Pantai Utara Jawa yang secara topografis rentan terhadap genangan. DAS Juwana secara rutin mengalami banjir akibat kombinasi beberapa faktor: tingginya curah hujan musiman, kapasitas sungai yang terbatas, perubahan penggunaan lahan, hingga persoalan manajerial dalam pengelolaan infrastruktur air. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat mulai dari kerugian sektor pertanian dan perikanan, terganggunya fasilitas umum, hingga ancaman terhadap permukiman warga yang kerap terendam berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi burung (avifauna) dalam suatu ekosistem bertindak sebagai indikator biologis yang sensitif terhadap stabilitas dan kualitas lingkungan. Guna memotret derajat kesehatan ekologis kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, tim mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan sensus dan analisis keanekaragaman avifauna di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si.. Adapun tim minat biotik pada topik avifauna dalam kegiatan KKL ini beranggotakan empat mahasiswa pascasarjana, yaitu Jihan Kamila Wardani, Az Zahra Kania, Alief Himmatu Nisa, dan Annisa Hurul Aini.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Eksistensi ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa memegang peranan kurisal sebagai benteng alami terhadap ancaman abrasi, habitat berbagai biota pesisir, sekaligus penopang kegiatan ekowisata mangrove. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mendalam mengenai “Struktur Vegetasi Mangrove” di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan riset lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. Adapun tim peneliti biotik ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Briliana Lutfia Shinta, Yohana Nina Ke Lomi, Baso Samsu Rijal, Rabiyathul Adawiyah A., dan Shinta Prastiwi.
REMBANG, 26 Juni 2026 – Dalam upaya mendukung mitigasi perubahan iklim global melalui optimalisasi potensi blue carbon, sejumlah mahasiswa peminatan biotik dari Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (S2) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Ekosistem Mangrove Pasar Banggi, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Di bawah bimbingan dosen pakar Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., penelitian yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2026 ini memfokuskan kajian pada “Stok Karbon” (Carbon Stock) pada komponen biotik ekosistem pesisir. Tim penelit yang beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Hanifa Fathya Rahmarani, Inayah Arif Ardiyanti, Zulmida, Muhammad Aqil G.E., dan Velsy Cindy Mayaut, membidik kawasan rehabilitasi mangrove Pasar Banggi karena wilayah ini memiliki dinamika lingkungan pesisir yang unik serta potensi besar sebagai penyerap emisi karbon dioksida (CO2) atmosfer global.