Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. dosen Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada teliti pengelolaan lingkungan tambang batubara untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sebagaimana diketahui bahwa aktivitas tambang berpotensi mempengaruhi kualitas air, tanah, dan keseimbangan ekosistem, sehingga diperlukan pemantauan lingkungan menyeluruh secara periodik. Pengelolaan lingkungan di sektor tambang batu bara menjadi aspek penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem. Penelitian yang dilakukan di Provinsi Riau ini menunjukkan bahwa praktik pertambangan yang dikelola secara bertanggung jawab mampu menjaga stabilitas ekologis sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
SDG 6
Makassar, 28 Oktober 2025 — Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si., dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, menjadi pembicara dalam International Seminar on Cave & Karst Management and Protection yang diselenggarakan oleh UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep sebagai dukungan terhadap pengusulan UNESCO International Day of Cave & Karst (IDCK). Kegiatan ini menghadirkan para ahli dari berbagai negara untuk membahas pentingnya pengelolaan kawasan karst secara berkelanjutan.

Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka Semester Gasal TA. 2025/2026 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan defisiensi dan praktik lapangan bagi mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dasar lintas disiplin serta meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami isu-isu lingkungan yang kompleks dan multidimensi.
(Dokumentasi Kegiatan)
Defisiensi yang berlangsung selama satu minggu ini menghadirkan pakar dari berbagai disiplin ilmu, alumni, dan pustakawan UGM untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar tentang isu-isu lingkungan penting seperti perubahan iklim (SDG 13), pengelolaan air bersih dan sanitasi (SDG 6), restorasi ekosistem darat (SDG 15), transisi energi bersih dan terjangkau (SDG 7), serta kemitraan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17). Ketua kegiatan, Dr. Sudrajat, menyatakan bahwa defisiensi menjadi momen penting untuk menyamakan pemahaman mahasiswa dari latar belakang yang beragam serta menyiapkan mereka dengan fondasi teori dan konsep yang kuat untuk melanjutkan studi mereka di bidang ilmu lingkungan dan geografi.
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan telah menyelesaikan penelitian lapangan komprehensif untuk menganalisis fenomena intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang. Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang berlangsung pada tanggal 14–17 Juli 2025 ini dilakukan melalui pengambilan data di empat kecamatan strategis yakni Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, dan Ulujami, yang merepresentasikan karakteristik beragam wilayah pesisir Kabupaten Pemalang.
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) komprehensif bertema “Coastal Resilience” di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada tanggal 14-18 Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan pendekatan multidisiplin untuk menganalisis berbagai aspek lingkungan pesisir yang mencakup dimensi sosial, fisik, dan biotik di wilayah yang tersebar di empat kecamatan strategis yaitu Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, dan Ulujami.
Hasil penelitian komprehensif dari kelima minat menunjukkan kompleksitas tantangan pesisir Kabupaten Pemalang yang saling berkaitan. Minat Sosial mengungkapkan bahwa Kecamatan Ulujami merupakan kecamatan yang menunjukkan tingkat persepsi tertinggi terhadap semua isu pesisir, diantaranya adalah kerusakan infrastruktur, rumah, dan lahan pertanian akibat banjir rob, penurunan kualitas air dan lahan pertanian, serta hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat permasalahan lingkungan pesisir. [selengkapnya]
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di luar ranah akademik. Dua mahasiswi Sekolah Pascasarjana UGM, Dina Aprilia dan Wahyu Febriani, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang yang mengangkat isu-isu strategis di bidang kesehatan masyarakat dan pelestarian budaya.
(Dokumentasi Kegiatan)
Dina Aprilia, mahasiswi asal Tangerang, berhasil meraih posisi Top 4 Duta Kesehatan DIY Terfavorit. Motivasi Dina untuk mengikuti ajang tersebut berangkat dari latar belakang keluarga dan keilmuannya di bidang lingkungan yang sangat berkaitan erat dengan kesehatan. “Aku ikut ajang ini karena berangkat dari permasalahan kesehatan yang dialami keluarga. Aku ingin berdampak bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kesehatan,” ujarnya.
Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengimplementasikan pendekatan inovatif dalam pendidikan lingkungan melalui mata kuliah Hidrologi Lingkungan yang diampu oleh Dr. Margaretha Widyastuti, M.T. Mata kuliah ini didesain dengan metode Problem-Based Learning (PBL) yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam mini project penelitian dengan tema penurunan atau pencemaran air dan dampaknya terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kerja yang mengusulkan tema penelitian spesifik, menyusun proposal, melakukan pengamatan dan pengukuran lapangan, serta menganalisis data sekunder yang relevan. Tujuan pembelajaran ini mencakup peningkatan kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap masalah lingkungan air, pengembangan kemampuan mengelola riset, penguatan keterampilan bekerja dalam tim, serta peningkatan kapasitas penyajian hasil riset dalam bentuk laporan dan presentasi ilmiah.
Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada melalukan praktik lapangan kuliah Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Pengelolaan Lingkungan di Kabupaten Klaten Jawa Tengah pada tanggal 10 Oktober 2024. Diikuti oleh 21 mahasiwa, kegiatan dilakukan pada tiga titik lokasi yang berfokus pada tema sumberdaya air.
(Dokumentasi Kegiatan)
Titik pertama kuliah lapangan berada di Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Obyek yang diamati pada lokasi ini merupakan sebuat rawa yang dibatasi oleh Perbukitan Baturagung di sisi selatan dan Gunung Merapi di sisi barat laut. Pada umumnya rawa berada di wilayah pesisir namun rawa jombor berada di tengah daratan.




