YOGYAKARTA, 21 Januari 2026 – Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatatkan prestasi membanggakan pada wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada 21 Januari 2026. Dua mahasiswa dari program studi tersebut berhasil meraih penghargaan di tingkat Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM atas capaian luar biasa dalam dua kategori yang berbeda. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan individu, tetapi juga menunjukkan kualitas riset yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.
SDG 14
YOGYAKARTA, 21 Januari 2026 – Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan prosesi pelepasan wisudawan pada Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada Rabu, 21 Januari 2026. Dalam periode ini, sebanyak 13 lulusan resmi menyelesaikan masa studinya dan siap memberikan kontribusi profesional melalui keahlian yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM.

(Dokumentasi Kegiatan)
Daftar wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi pada periode ini terdiri dari lima orang dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, yaitu Defritus Aldrin Punuf, Iga Maliga, Natasha Belandina Cornelin Abolla, Rembanang Anindhita, dan Thomas Oka Pratama. Sementara itu, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan meluluskan delapan orang wisudawan, yakni Anak Agung Istri Agung Mirayani, Akbar Wahyu Illahi, Annisa Nabila Ramdini, Ardhi Irawan, Inneke Monica, Nona Chalista Aurora Nur Cahyo, Rahmi Idhayanti, serta Ummi Nur Fitriana.
Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si. dosen Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada teliti pengelolaan lingkungan tambang batubara untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sebagaimana diketahui bahwa aktivitas tambang berpotensi mempengaruhi kualitas air, tanah, dan keseimbangan ekosistem, sehingga diperlukan pemantauan lingkungan menyeluruh secara periodik. Pengelolaan lingkungan di sektor tambang batu bara menjadi aspek penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem. Penelitian yang dilakukan di Provinsi Riau ini menunjukkan bahwa praktik pertambangan yang dikelola secara bertanggung jawab mampu menjaga stabilitas ekologis sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Fakultas Geografi dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Remote Sensing for Environmental Science”, yang dirangkaikan dengan peluncuran sistem “Environmental Spatial Data Analysis System” sebagai inovasi dalam mendukung pembelajaran dan riset berbasis penginderaan jauh. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kolaborasi akademik antara UGM dan Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.
Tim Minat Biotik dari Program Magister Ilmu Lingkungan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo, Kabupaten Pemalang dengan menganalisis struktur komunitas mangrove, mengukur stok karbon, serta menilai parameter lingkungan yang mempengaruhi ekosistem mangrove di kawasan yang telah ditetapkan sebagai role model pengelolaan mangrove berbasis kolaborasi di Indonesia.
(Dokumentasi Kegiatan)
Berdasarkan studi terdahulu yang dilakukan oleh Renta et al. (2016), Avicennia marina mendominasi tingkat pohon dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 153,24, sedangkan Rhizophora mucronata mendominasi tingkat anakan dengan INP 171,40. Kawasan ini memiliki kapasitas penyerapan karbon yang signifikan dengan estimasi simpanan karbon biomassa sebesar 21,55–144,22 ton C/ha dan karbon sedimen 98,45–181,06 ton C/ha, dengan rata-rata total simpanan karbon mencapai 155,13 ton C/ha. Temuan ini menjadikan hutan mangrove Mojo sebagai salah satu solusi alami paling efektif dalam menahan emisi gas rumah kaca.
Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) dengan tema Coastal Resilience di Kabupaten Pemalang pada 14-17 Juli 2025. Kegiatan ini menganalisis kebersihan pantai melalui pendekatan Clean Coast Index (CCI) dan Hazardous Item Index (HII) di tiga lokasi strategis: Pantai Widuri Kecamatan Pemalang, Pantai Joko Tingkir Kecamatan Petarukan, dan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Mojo Kecamatan Ulujami. Penelitian ini merupakan respons terhadap permasalahan serius pencemaran sampah laut antropogenik di pesisir Indonesia, khususnya di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi wisata dan ekonomi maritim yang tinggi.
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan telah menyelesaikan penelitian lapangan komprehensif untuk menganalisis fenomena intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang. Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang berlangsung pada tanggal 14–17 Juli 2025 ini dilakukan melalui pengambilan data di empat kecamatan strategis yakni Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, dan Ulujami, yang merepresentasikan karakteristik beragam wilayah pesisir Kabupaten Pemalang.
Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bertema coastal resilience di Kabupaten Pemalang pada tanggal 14-17 Juli 2025. Sebagian daerah Pemalang yang berada di Pantai Utara Jawa mengalami perkembangan yang sangat masif namun terancam oleh fenomena perubahan iklim. Berbeda dengan wilayah pesisir lainnya seperti Semarang, Demak, atau Jakarta yang telah menjadi perhatian publik, Pemalang belum menjadi wilayah prioritas untuk upaya mitigasi meskipun dampak bencana pesisir sudah sangat dirasakan masyarakat setempat.
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada telah menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) komprehensif bertema “Coastal Resilience” di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada tanggal 14-18 Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan pendekatan multidisiplin untuk menganalisis berbagai aspek lingkungan pesisir yang mencakup dimensi sosial, fisik, dan biotik di wilayah yang tersebar di empat kecamatan strategis yaitu Kecamatan Pemalang, Taman, Petarukan, dan Ulujami.
Hasil penelitian komprehensif dari kelima minat menunjukkan kompleksitas tantangan pesisir Kabupaten Pemalang yang saling berkaitan. Minat Sosial mengungkapkan bahwa Kecamatan Ulujami merupakan kecamatan yang menunjukkan tingkat persepsi tertinggi terhadap semua isu pesisir, diantaranya adalah kerusakan infrastruktur, rumah, dan lahan pertanian akibat banjir rob, penurunan kualitas air dan lahan pertanian, serta hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat permasalahan lingkungan pesisir. [selengkapnya]
Rangkaian kegiatan Ekspedisi Sunda Kecil Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan berlanjut ke beberapa pulau dalam Gugusan Kepulauan Sunda Kecil. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4-6 Juli 2025 yang bertujuan untuk identifikasi dan pemetaan potensi ekosistem laut dan daratan kecil tropis. Penelitian ini melibatkan pendekatan terpadu dalam menganalisis sumber daya abiotik, biotik, serta unsur budaya lokal. Ekspedisi dilakukan menggunakan kapal dengan dukungan enumerator lokal Akbar dan Amir, yang memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi sosial-ekologis wilayah tersebut.

