
Dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai smart city yang berkelanjutan, Tim Riset Fundamental 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan kegiatan survei lapangan pada tanggal 11–16 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Riset Fundamental 2025 dengan topik: “Inovasi dan Sistem Pengelolaan Sampah yang Smart untuk Mendukung Implementasi Smart City di Ibu Kota Nusantara.”
(Dokumentasi Kegiatan)
Tim riset ini dipimpin oleh Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., dosen Departemen Geografi Pembangunan sekaligus Ketua Minat Studi Pembangunan Wilayah pada Program Magister Geografi UGM. Beliau didampingi oleh dua peneliti utama, yaitu Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si. (Dosen Departemen Geografi Lingkungan dan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan UGM) dan Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Teknik Kimia UGM).
Kegiatan ini juga melibatkan para asisten peneliti dari berbagai latar belakang akademik, yakni mahasiswa Magister Geografi UGM Minat Studi Pembangunan Wilayah: Dias Oktri Raka Setiadi, S.Si., Yunita Salsabila, S.Si., dan Gilang Cahya Nusantara; serta alumni: Amandita ‘Ainur Rohmah, S.Si., M.Sc. Tak hanya itu, turut bergabung pula mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan UGM, Fauzan Hidayat, S.T., M.Si.
Survei lapangan ini bertujuan untuk menghimpun data terkait sistem pengelolaan sampah yang ada di wilayah IKN serta mengidentifikasi potensi penerapan teknologi dan pendekatan inovatif dalam pengelolaan sampah berbasis smart city. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sistem tata kelola lingkungan di IKN yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan observasi lapangan, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, serta pemetaan spasial untuk mendukung analisis yang komprehensif.
Kegiatan riset ini mendukung pencapaian beberapa poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap pengembangan kota yang tangguh dan ramah lingkungan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan fokus pada pengelolaan limbah yang berkelanjutan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan kontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari sistem pengelolaan sampah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan aktor dalam proses riset dan implementasi. Dengan ini, UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional dan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Penulis: Ulyn N