Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM melaksanakan Mini Project: Pencemaran Lingkungan Air sebagai bagian dari Mata Kuliah Hidrologi Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan konsep hidrologi dan pencemaran air melalui penelitian lapangan pada berbagai badan air yang menghadapi tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia. Mahasiswa dibagi ke dalam lima kelompok dengan lokasi dan fokus kajian yang berbeda sehingga menghasilkan lima studi kasus yang menggambarkan beragam permasalahan kualitas air di wilayah Yogyakarta, Surakarta, dan Bantul.
SDG 15
Dalam upaya mendorong kesadaran lingkungan dan menciptakan ekosistem perairan yang sehat, mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan menggelar kegiatan kunjungan kerja dan diskusi publik di Kelurahan Terban pada Selasa (26/5). Kegiatan ini mengangkat isu pencemaran Sungai Code serta membahas rencana jangka panjang rehabilitasi sungai dan perbaikan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.
Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran perangkat Kelurahan Terban, dosen mata kuliah Kerekayasaan Lingkungan, Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng., serta mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan. Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai kondisi lingkungan di Kelurahan Terban secara umum, dilanjutkan dengan pemaparan rencana pembangunan lingkungan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam beberapa tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diminta memberikan saran dan masukan terkait penerapan rekayasa lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan 2026 yang mengusung tema “Inspired by Nature, For Climate, For Future”, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana telah melaksanakan kegiatan koservasi lingkungan dengan tema “Eco-Action, Climate Reaction: From Land to Water, We Act Together” pada Rabu, 20 Mei 2026, di kawasan DAS Bompon, Dusun Kalisari, Kecamatan Kalisari, Kabupatan Magelang, Jawa Tengah. Daerah ini juga telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) RI sebagai Proklim Lestari melalui keunggulannya di bidang penyelamatan sumber daya air dan terus meakukan penanaman pohon di sekitar mata air.
TAIPEI – Tim Student Mobility Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melanjutkan rangkaian kegiatan melalui kunjungan akademik ke laboratorium tanah di National Taiwan University. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan, khususnya yang berkaitan dengan peran tanah dalam menopang sistem ekologi.
(Dokumentasi Kegiatan)
Kunjungan tersebut dipandu oleh Prof. Zeng-Yei Hseu, Guru Besar pada Department of Agricultural Chemistry NTU yang memiliki kepakaran di bidang soil science dan soil contamination. Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai berbagai tantangan pengelolaan tanah, termasuk degradasi lahan dan pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
TAIWAN – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa melalui partisipasi dalam forum internasional. Kegiatan ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam the 2026 Annual Meeting of the Geography Society yang diselenggarakan di National Changhua University of Education pada 25 April 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari Student Mobility Program yang bertujuan memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan akademik, serta memperkuat jejaring internasional sivitas akademika UGM. Delegasi terdiri dari 14 peserta yang meliputi dosen, mahasiswa S2 dan S3, serta alumni, yang seluruhnya berperan aktif sebagai presenter dalam berbagai sesi ilmiah.
Yogyakarta, 29 April 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPS UGM) melalui program Kuliah Kerja Lapang (KKL) oleh Magister Ilmu Lingkungan pada tanggal 29 April 2026 kembali menegaskan urgensi pendekatan ilmiah dalam memahami dinamika karbon melalui tema “Estimasi Karbon dalam Konteks Persepsi Lingkungan”. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemaparan teoritis, tetapi juga mengedepankan dialog akademik yang kritis antara dosen dan mahasiswa sebagai bentuk konstruksi pengetahuan yang partisipatif dan reflektif.
Yogyakarta, 23 April 2026 – Program Studi Magister (S2) Ilmu Lingkungan menyelenggarakan sesi pembekalan daring bagi mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 pada Kamis (23/4). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penguatan perspektif keilmuan langsung dari Dr. Tasdiyanto, S.P., M.Si. Beliau hadir sebagai dosen praktisi yang saat ini bertugas sebagai Staf Ahli Menteri pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (2025–2026).

(Dokumentasi Kegiatan)
Dr. Tasdiyanto memaparkan materi bertajuk “Isu-Isu Strategis: Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan”. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa hunian layak dan lingkungan sehat adalah hak asasi warga negara sesuai amanat Pasal 28H UUD 1945. Pertemuan ini menjadi sangat strategis mengingat sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan papan, tetapi juga memiliki dampak lingkungan dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.
YOGYAKARTA, 22 April 2026 – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan prosesi pelepasan wisudawan pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Rabu (22/4). Pada periode ini, sebanyak 16 lulusan resmi menyelesaikan studi dan siap melanjutkan kontribusi profesional maupun akademik di berbagai bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.


(Dokumentasi Kegiatan)
Daftar wisudawan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan pada periode ini terdiri atas Annisa Ayu Fawzia, Baktida Revi Prasetyo, Bayu Pamungkas, Berlania Mahardika Putri, Boy Kurniawan, Cindy Amelina, Dwi Prayoga Ade Sarlita, Fathul Jannah, Herlin Mienatha Simbiak, Linta Aulia, Nur Idham Kholid, Prima Dinta Rahma Syam, Riana Ekawati, Rina Andriyaningrum, Roro Crisanthy Suparyanto, dan Witari Elya Utami.
Pada hari Sabtu (18/4), sebanyak 14 mahasiswa program Magister Ilmu Lingkungan UGM mengikuti Kuliah Lapangan Tanah dan Lingkungan Hidup yang dipandu langsung oleh Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc. Dalam pengantarnya, Prof. Junun menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar observasi pasif, melainkan proses pembelajaran aktif yang mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan validasi empiris. Pembelajaran ini menyoroti bahwa tanah tidak dapat dipahami secara terpisah dari proses geomorfologi, dinamika hidrologi, aktivitas vulkanik, hingga intervensi sosial-budaya masyarakat. Sebelum terjun ke lokasi, mahasiswa diwajibkan membangun hipotesis awal melalui analisis peta, citra satelit, dan literatur terdahulu. Tanpa adanya hipotesis, kegiatan lapangan ditegaskan hanya akan menguras kelelahan fisik tanpa memberikan pemahaman yang bermakna.
Pada hari Sabtu, 11 April 2026, Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada melaksanakan kuliah lapangan bersama mahasiswa bidang minat sosial budaya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Situs Goa Song Terus serta Museum Song Terus. Kuliah lapangan diikuti oleh 10 mahasiswa yang didampingi dosen pengampu mata kuliah Lingkungan Budaya, yaitu Dr. Dra. Niken Wirasanti, M.Si.
(Tim Kuliah Lapangan)
Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah di bagian selatan Pulau Jawa yang termasuk dalam kawasan Gunung Sewu. Kawasan ini dikenal memiliki bentang alam karst dengan banyak goa alami, salah satunya Goa Song Terus. Goa ini telah menjadi objek penelitian arkeolog nasional maupun internasional karena menyimpan berbagai temuan penting terkait kehidupan manusia purba. Salah satu penemuan penting adalah kerangka manusia prasejarah yang dikenal sebagai “Mbah Sayem”, yang ditemukan pada tahun 1999 di mulut gua yang memiliki panjang sekitar 70 meter dan lebar 15 meter.