Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama University of Leeds (UoL), Inggris, memulai penjajakan kerja sama akademik melalui inisiasi Program Double Degree (DD) pada jenjang doktor (S3). Diskusi awal tersebut dilaksanakan secara daring pada Senin (8/6) dan melibatkan perwakilan dari Faculty of Environment University of Leeds serta sejumlah pimpinan fakultas, program studi, dan unit kerja terkait di lingkungan UGM.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional kedua institusi, khususnya pada bidang-bidang yang menjadi fokus Faculty of Environment University of Leeds, seperti transportasi, polusi lingkungan, sumber daya air, geologi, dan kajian lingkungan lainnya. Dari pihak University of Leeds hadir Prof. Dr. Guy Ziv (Professor in Socio-Environmental Systems), Prof. Dr. Zia Wadud (Professor of Mobility and Energy Futures), Dr Desy Ayu Pirmasari (Lecturer in School of Geography), serta Matthew Butler selaku International Partnerships Officer. Sementara itu, UGM diwakili oleh pimpinan Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Sekolah Pascasarjana, Direktorat Kemitraan dan Relasi Global (DKRG), serta pengelola program doktor terkait. Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM turut berpartisipasi dalam pertemuan ini melalui kehadiran Prof. Dr. Eko Haryono dan Dr. Priyaji Agung Pambudi.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak saling berbagi informasi mengenai profil akademik, keunggulan riset, struktur kurikulum, serta peluang pengembangan program pendidikan doktor yang memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar dari kedua universitas melalui skema double degree. Pertemuan ini juga menjadi forum awal untuk mengidentifikasi kesesuaian bidang keilmuan dan potensi kolaborasi riset yang dapat mendukung implementasi program di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut, masing-masing program studi di lingkungan UGM akan menyampaikan informasi lebih rinci mengenai kurikulum, bidang riset unggulan, serta potensi kolaborasi akademik kepada pihak University of Leeds. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan desain dan skema program double degree yang akan dikembangkan bersama oleh kedua institusi.

Selain membahas aspek akademik, pertemuan juga mengeksplorasi berbagai peluang dukungan pendanaan untuk menunjang implementasi program. Beberapa sumber pembiayaan yang diidentifikasi antara lain beasiswa LPDP, skema pendanaan internasional seperti TNE (Transnational Education) Exploratory Grants yang dikelola British Council, serta berbagai bentuk dukungan internal dari masing-masing universitas, termasuk potongan biaya pendidikan (tuition fee discount), beasiswa penelitian, dan skema pendanaan akademik lainnya.
Melalui penjajakan ini, UGM dan University of Leeds menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan tinggi dan riset yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan. Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi akademik, pengembangan riset lingkungan, serta perluasan jejaring kemitraan internasional.
Ke depan, kedua institusi berharap penjajakan ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa doktor untuk memperoleh pengalaman akademik dan riset bertaraf internasional, sekaligus memperkuat kontribusi UGM dan University of Leeds dalam menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan lingkungan global.
Penulis: Ulyn Nuha