Persiapan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan terus dimatangkan. Sebanyak 12 delegasi mahasiswa kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan survei tahap kedua yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 21 hingga 22 Mei 2026. Fokus utama pada survei lanjutan ini dititikberatkan pada pengurusan perizinan administratif, permintaan data penelitian, serta kesiapan akomodasi, transportasi, dan penginapan bagi seluruh peserta KKL.
Guna mengoptimalkan efisiensi waktu dan kelancaran operasional di dua kabupaten, rombongan mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok kerja utama, yakni Tim Perizinan Pati, Tim Perizinan Rembang, dan Tim Survei Rembang.

(Dokumentasi Kegiatan)
Di Kabupaten Pati, Tim Perizinan Pati berfokus pada pemenuhan legalitas lokasi dan permintaan data instansional. Tim ini telah melakukan audiensi resmi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati. Selain itu, koordinasi langsung juga dilakukan bersama Camat dan jajaran perangkat kecamatan di empat wilayah kajian utama, meliputi Kecamatan Pati, Wedarijaksa, Juwana, dan Jakenan.

(Dokumentasi Kegiatan)
Sementara itu, di Kabupaten Rembang, Tim Perizinan Rembang telah berhasil menemui pihak Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang guna mengurus perizinan pelaksanaan KKL. Di saat yang sama, tim juga mengeksekusi survei logistik yang krusial. Hasil survei menuntaskan pencarian titik akomodasi dengan ditemukannya fasilitas penginapan strategis yang berlokasi di pusat kota, dekat dengan Alun-Alun Rembang. Penginapan ini dipastikan representatif dan berkapasitas memadai untuk menampung seluruh rombongan KKL yang berjumlah 50 orang. Adapun untuk kebutuhan transportasi, tim saat ini tengah berada dalam tahap negosiasi akhir dengan beberapa vendor terkait.
Selain menjalankan tugas administratif dan manajerial, Tim Survei Rembang juga mengambil inisiatif untuk melakukan observasi akademik tahap awal yang merangkum beberapa klaster kajian:
- Klaster Biotik: Melakukan peninjauan langsung ke lokasi penelitian yang direncanakan berpusat di kawasan ekosistem Mangrove Pasarbanggi.
- Klaster Fisik (Intrusi): Melakukan pengambilan dan pengecekan sampel awal air tanah di sejumlah titik untuk memetakan kondisi awal intrusi di pesisir Rembang.
- Klaster Sosial: Mensurvei kondisi permukiman, kualitas lingkungan, serta dinamika sosial ekonomi pada masyarakat pesisir di Kabupaten Rembang.

(Dokumentasi Kegiatan)
Meski berjalan progresif, pelaksanaan survei kedua ini tetap diwarnai sejumlah tantangan teknis. Tantangan utama yang dihadapi oleh tim adalah aksesibilitas lapangan dan mobilitas yang bersinggungan langsung dengan jalur Pantai Utara (Pantura). Hal ini mengharuskan kewaspadaan ekstra mengingat tingginya volume kendaraan berat dan truk besar yang melintas di tengah kawasan perkotaan.
Secara keseluruhan, rangkaian survei kedua ini menjadi pondasi penting untuk memastikan kesiapan operasional KKL 2026. Menutup kegiatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan harapan optimisnya, “Dengan berjalannya survei kedua ini, semoga seluruh tahapan teknis, mulai dari urusan perizinan, kelayakan akomodasi, hingga kesiapan transportasi dapat terkoordinasi dengan baik dan berjalan lancar sampai hari-H KKL dilaksanakan.” Harapannya dengan terlaksananya Kuliah Kerja Lapangan Magister Ilmu Lingkungan Tahun 2026 dengan lancar dapat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13), Ekosistem Laut (SDG 14), dan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (SDG 11).
Penulis: Fatchul Ilmi