• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • BERANDA
  • PROGRAM MAGISTER
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
  • PROGRAM DOKTOR
    • PROFIL
    • PENDAFTARAN
    • KURIKULUM
      • PERKULIAHAN
      • TUGAS AKHIR
    • AKADEMIK
      • KALENDER AKADEMIK
      • LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA
      • AKREDITASI PRODI
    • RISET/PUBLIKASI
  • KONTAK
  • Beranda
  • Berita
  • Internasional Fieldtrip Program #1: Pelajari Mitigasi Gempa dan Edukasi Bencana di 921 Earthquake Museum Taiwan

Internasional Fieldtrip Program #1: Pelajari Mitigasi Gempa dan Edukasi Bencana di 921 Earthquake Museum Taiwan

  • Berita, Berita S2, Berita S3, Sorotan, Sorotan S2, Sorotan S3
  • 30 April 2026, 09.42
  • Oleh: muhammad.ulyn.n
  • 1

TAIWAN – Rangkaian International Student Mobility Program Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada berlanjut melalui kunjungan akademik ke The 921 Earthquake Museum of Taiwan, salah satu pusat pembelajaran kebencanaan yang menggabungkan pendekatan ilmiah dengan pengalaman lapangan dan dikenal luas di tingkat internasional. Kegiatan ini dipandu oleh Ci-Jian Yang dari Department of Geography National Taiwan University. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara menyeluruh mengenai gempa besar Taiwan tahun 1999 atau Chi-Chi Earthquake, serta perubahan besar yang terjadi setelah peristiwa tersebut dalam sistem mitigasi bencana nasional Taiwan.

(Dokumentasi Kegiatan)

Tim memperoleh pemahaman mengenai proses tektonik penyebab gempa, mulai dari pergerakan sesar aktif, perubahan bentuk permukaan tanah, hingga dampaknya terhadap kawasan permukiman dan sarana infrastruktur. Salah satu lokasi utama yang dipelajari adalah Chelungpu Fault Preservation Site, area konservasi yang mempertahankan jejak patahan gempa sebagai sarana edukasi langsung. Selama kunjungan, peserta juga meninjau berbagai kerusakan bangunan yang masih dipertahankan dalam kondisi asli, seperti gedung sekolah yang roboh, fondasi bangunan yang bergeser, serta jalur rel kereta yang mengalami deformasi. Keaslian objek-objek tersebut memberikan gambaran nyata mengenai besarnya dampak bencana gempa bumi.

Selain menelaah aspek teknis, peserta juga mempelajari bagaimana Taiwan menjadikan pengalaman bencana sebagai bagian dari pendidikan publik dan kebijakan mitigasi berbasis risiko. Museum ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran interaktif yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Sebagai bagian dari pembelajaran langsung, peserta mengikuti simulasi gempa yang dirancang menyerupai getaran dengan berbagai tingkat intensitas. Pengalaman ini memberikan pemahaman praktis mengenai respons manusia saat terjadi gempa serta pentingnya kesiapsiagaan dalam situasi darurat.

Diskusi selama kegiatan turut menyoroti perlunya pendekatan multidisipliner dalam pengurangan risiko bencana, dengan melibatkan bidang geografi, teknik sipil, perencanaan wilayah, hingga perilaku sosial masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana suatu negara membangun sistem mitigasi bencana yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga diperkuat oleh literasi kebencanaan dan budaya keselamatan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kapasitas akademik peserta, khususnya dalam mempelajari best practices pengelolaan risiko bencana yang relevan untuk diadaptasi di Indonesia. Dengan pengalaman lapangan tersebut, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan praktik nyata ke dalam riset maupun perumusan kebijakan lingkungan dan kebencanaan di masa depan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman internasional, SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan ketangguhan terhadap bencana, SDG 13: Climate Action melalui peningkatan kapasitas mitigasi risiko, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi akademik antarnegara.

Penulis: Tim Student Mobility Program

Tags: ilmu lingkungan international conference Kerjasama Internasional praktik lapangan SDG 11 SDG 13 SDG 17 SDG 4 SDGs

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Komentar (1)

  1. Willem 3 bulan lalu

    Selalu ingat sejarah sebagai model pembelajaran dan prediksi untuk persiapan yang lebih baik. Salute

    Reply
Universitas Gadjah Mada

Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (+62) 858-6655-3174
Email: ilmulingkungan.pasca@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY